Life Style

Pengalaman Pertama dan Review Subsisi [Subcision]

Disclimer: Sebelum lanjut baca, jangan beranggapan setelah subsisi wajah berlubang akan langsung mulus rata kaya kulit bayi, ya.

 

Jadi, siapa yang di sini punya permasalahan seperti wajahku yaitu bopeng wajah, angkat tangaaaaann~

Terus yang mulai capek pakai krim ini itu, treatment ini itu, ngeluarin banyak uang tapi belum ada hasilnya sama sekali, angkat tangaaaaaaaan~

 

Mari kita saling bergandeng tangan menguasai dunia. LHAH!?

 

Sebelum membahas subsisi lebih jauh, aku akan cerita dulu tentang masalah kulitku. Jadi, sebelumnya kulitku biasa-biasa aja. Jerawat hormon sewajarnya, bopeng berlubang juga hanya karena bekas cacar air di daerah pipi dan ujung hidung. Terus kok sekarang bisa bolong-bolong? Ini terjadi saat mendekati acara pernikahan dan diperparah saat hamil. Jadi, mungkin karena stress mikirin kebutuhan acara resepsi, tiba-tiba sekian minggu sebelum menikah muka breakout parah. Paraaaaaaaaaaah banget. Blackhead, whitehead, jerawat batu, jerawat bernanah, jerawat yang kalo dipencet keluar putih-putih panjang keriting (iyuuuh~) ada semua, numpuk jadi satu di seluruh muka.

 

Panik? Udah pastiiiiii. Semua terjadi sangat cepat, beberapa hari aja langsung penuh semuka-muka. Karena cepat ditangani oleh SPKK kesayangan, akhirnya jerawat ini bisa mereda (dapat suntikan di bagian jerawat dan juga di bagian pantat yang sakitnya macem disengat lebah sampai kalo duduk linu sepaha-paha). Nah, saat itu udah muncul bopeng tuh. Sedih, udah pasti, karena mau semahal dan sebagus apapun makeup udah pasti ga halus kalau permukaan kulit kita kaya jalan kampungku. T_T

 

Long story short, ya udahlah ya, yang penting jerawa semuka-muka yang sakit banget itu udah hilang.

 

Jerawat be like: “Hold my teh anget tawar and sego magelangan lawuh sarder, sistuuuuuuurrrr..”

 

DATENG LAGI DOOOONG PAS HAMIL. Lebih parah, sampai ke dada dan punggung. Udah macem disundut rokok sebadan-badan. Mana nggak bisa seenaknya pakai krim dokter atau suntik jerawat, kan. Pasrah aja udah. Setelah (((BADAI WABAH))) jerawat mulai reda (jerawat masih ada, tapi ga sampai yang bernanah dan bermata. GILE. ITU JERAWAT APA DOBBY DI HARRY POTTER 🤣), Rayner sudah lepas ASI, dan mulai ada waktu lumayan lama untuk jauh dari Ray, akhirnya mulai lagi treatment muka hancur ini.

 

Awalnya aku coba PRP (Platelet-Rich Plasma), karena memang saat itu lagi hype banget dan memang banyak yang sudah merasakan perubahan. Nggak tanggung-tanggung, aku langsung ambil 1 paket PRP treatment di salah satu skin clinic yang terdiri dari 8 kali pertemuan. Ada nggak perbedaannya? Nah, ini yang jadi masalah. Perbedaannya sudah pasti ada, apalagi harganya juga lumayan menguras dompet yang dari awal emang udah cekak ini. Pori mengecil? Iya. Muka terlihat bersih? Iya. Tekstur muka jadi lebih halus? Iya. Tapiiiiiiiiiiiii~ ternyata hasilnya tidak signifikan bagi bopeng sedalam kawah bekas meteor kaya punyaku ini.

 

Long story short, setelah dikasih tau sama beberapa teman, SPKK, dan baca-baca banyak artikel, untuk menghilangkan scar seperti yang aku alami ini memang paling cocok menggunakan teknik subsisi. Subsisi sendiri adalah tindakan pemotongan jaringan ikat di bawah kulit dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam kulit, yang diharapkan setelah tindakan, kulit yang cekung karena terikat tadi bisa terangkat sejajar dengan kulit normal. Ya gitu deh kira-kira.

 

Kalau masih belum begitu kebayang, aku kasih visualnya, kira-kira seperti ini.

 

Masih belum ngeri? Silakan cek video-video yang tersebar di YouTube tentang subsisi (subcision) ini. (LHAH SEENAKNYA NYURUH-NYURUH)

 

Nah, sekarang masuk ke pengalaman subsisi. Aku pribadi tau subsisi ini usah cukup lama, tapi untuk nyoba masih maju mundur. YA KALI GA NGERI SETELAH LIAT VIDEO-VIDEO SUBSISI. Sampai akhirnya di satu titik mau nggak mau memberanikan diri karena ya cuma ini yang bisa bantu.

 

Sebelum lanjut lagi, beginilah keadaan mukaku yang super parah bopengnya sebelum treatment. Hancur banget, kan? PLIS KAGETNYA DALEM HATI AJA. T_T

 

Bagian wajah bagian kanan. Keliatan ada kawah meteor juga di deket kuping. 😭😭😭

 

Masih bagian kanan. Kalau di samping tadi ada kawah yang ga begitu dalam tapi lebar, di bagian depan ada yang nggak begitu lebar tapi dalem banget bopengnya. Aslinya lebih dalem dari ini. Saking dalemnya, kalau habis pakai foundation bersihinnya harus korek pakai cotton bud. 😅
Dulu sebelum PRP, lebih parah dari ini.

 

Bagian kiri wajah. DAH LAAAAHHH GA USAH DIJELASIN. 😭😭😭

 

UDAH ENEG BELOM? Emang separah ini bopeng di wajahku. Ngeri, kan? 😭😭😭 

 

Lanjut, ya..

Skip bagian cari-cari klinik yang cocok di Kuala Lumpur, ya. Selayaknya mau treatment, aku konsultasi dulu ke SPKK klinik tersebut. Mukaku ((((DI-SCREENING)))) pakai suatu alat yang bodohnya aku nggak tanya namanya. Dari hasil screening tersebut, aku dikasih tau bahwa aku memiliki 3 jenis scars (ice-pick, rolling, dan boxcar. MANTAB SOUL!!), diketahui memang masalah di mukaku ini numpuk, termasuk kulit yang gersang banget (saking keringnya). Dikasih tau juga kalau setelah subsisi, walaupun jaringan yang mengikat di bawah kulit sudah hilang, belum tentu kulitnya terangkat sempurna lagi karena kadang keelastisitasan kulit yang tertarik sudah terlanjur ‘mati’, pilihan terbaik adalah dengan mengikuti treatment lanjutan, contohnya microdermabrasi,  microneedle, laser, atau PRP. NTAB! BUANG DUIT LAGI!

 

Masuk ke treatment. Sama seperti treatment lain yang rada greget, aku diolesin krim kebal dulu, muka di-wrap macem pepes, lalu tunggu sekitar 30 menit. Setelah itu dokter masuk dan mulai pengerjaan, sebelum mulai subsisi, dokter menyuntikkan bius lokal di beberapa titik. Kok pakai bius lokal? Mungkin karena untuk kondisiku ini termasuk subsisi berat.

 

Masuklah ke moment muka dikobok-kobok. 20 menit terlama yang pernah aku lalui. Sakit nggak? Jujur, nggak. Bagian tersakit hanya saat disuntikkan bius lokal di titik tambahan di mana jarum subsisi akan dimasukkan. Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii, setiap jaringan yang mengikat itu di’robek’ , ada suara ‘kreeekk.. kreeekkk.. kressss..’, agak traumatis dan semacam jadi sugesti buat aku pribadi kalau subsisi ini sakit. Padahal nggak sama sekali. Biar nggak takut-takut banget, aku treatment sambil nonton film. Terimakasih Wi-Fi klinik yang kenceng macem move on-nya mantan padahal tadinya janji bakal nungguin kita. :’)

 

Setelah pengerjaan, muka akan dibersihkan dari darah, lalu diberi masker oles yang dingin banget oleh terapist, gunanya untuk mengurangi pembengkakan. Setelah itu, dokter masuk kembali ke ruangan dan bilang bahwa beliau akan memberikan free laser di bopeng yang sangat dalam karena kulit dibagian itu sudah tidak elastis sebelum nantinya akan diberikan krim anti iritasi. HAPPYYYYYYYY~

 

Selesai deh rangkaian penyiksaan yang nggak menyiksa ini, cuma akunya yang lebay. Aku diberi beberapa obat untuk beberapa hari ke depan jika ada indikasi lanjutan seperti bengkak parah, luka infeksi, dan lain-lain, tapi nggak aku minum karena memang tidak ada indikasi.

 

Keadaan wajah setelah subsisi dan laser (bagian yang berdarah yang di laser)

 

Bagian scar yang di laser

 

Nah, keliatan nggak ada bentuk memanjang di atas kawah yang kaya (((POLISI TIDUR)))? Itu bekas jarum pemotong jaringan bawah kulitnya. Iya. Sepanjang itu. 😅

 

Keadaan wajah sehari setelah treatment. Literally besok paginya, bangun tidur langsung foto. 😅

 

Bagian kiri wajah sehari setelah treatment

 

Keadaan wajah setelah semua sembuh. 🤩

 

Bagian kiri wajah setelah semua sembuh

 

Keadaan scar setelah laser (luka laser sudah terkelupas dan sembuh).

 

Aku gemes pengen sebelah-sebelahin before-afternya, deh. Biar keliharan bedanya. Here you go. Tapi maaf dengan terpaksa aku watermark karena males aja kalau tiba-tiba dipakai jadi contoh hasil treatment klinik lain. Jaga-jaga lah, ya. Anyway, ini fotonya dengan kamera yang sama, hanya pencahayaannya saja yang berbeda.

 

Bagian scar yang dalem banget. Setelah subsisi dan laser kulitnya mulai naik walaupun belum rata dengan kulit di sekitarnya.

 

Bagian atas (((KAWAH))) ini scarnya ga gede tapi banyak, ngumpul, dan lumayan dalam. Jadi membentuk cekungan lagi. Setelah disubsisi cekungannya terangkat, scarnya juga lumayan terangkat

 

Bagian kiri wajah yang tadi di awal aku males ngejelasin, hasil setelah subsisi seperti ini. 🤩🤩

 

Kesimpulan, walaupun belum pulih rata sempurna seluruh kulit wajah, tapi hasilnya cukup signifikan. Beberapa titik terlihat terangkat sempurna. Pada bopeng yang dalam, kulit belum terangkat sepenuhnya, mungkin karena kulit sudah tidak seelastis sebelumnya.

Total downtime sekitar satu hingga 2 minggu. Bagian terlama justru pemulihan bagian wajah yang lebam karena suntikan bius lokal. Jadi sebenarnya wajah akan terlihat lebam kebiruan di beberapa titik, tapi entah kenapa susah terlihat di foto.

Apakah akan melakukan subsisi lagi? Tentu saja iya, karena aku pribadi sangat puas dengan hasilnya. Mungkin akan melakukan treatment lanjutan juga, seperti laser atau microneedle.

 

Untuk harga, aku nggak tau berapa harga di klinik yang ada di Indonesia. Tapi di klinik tempat aku treatment kurang lebih sekitar Rp 1.700.000 (harga setelah diskon Malaysia National Day), sudah termasuk masker dan obat. Ditambah free laser karena kondisi bopengku yang cukup dalam.

 

Sekian review subsisi yang aku jalani pertama kali. Akan aku update setelah subsisi yang kedua kalinya nanti……………………………yang entah kapan. Byeeee~ 😘😘

Bacaan Lainnya...

24 Comments

  1. Boleh tau kliniknya?

    1. Hallo, Rena. Kliniknya ada di KL. Karena kebetulan domisiliku di KL. Tapi sekarang di Indonesia sudah buanyak banget yang nyediain subcision treatment ini.

      1. Nursaidatul Azwa says:

        Hi….Boleh nama klinik dan nombor telefon klinik untuk rawatan subcision ni.

        1. Hi..Klinik Hana, sis. Coba cek Instagramnya. 🙂

  2. Bisa tau mba nama klinikny d KL dimana? Dan alamatnya dimana? Sepertinya saya trtarik kesana

  3. Feny Utami says:

    Hallo mba boleh tau apa nama klinik di KL nya dan tindakan sm dr siapa? Klo boleh tau jg alamat klinikny. Saya benar2 tertarik. Trims

    1. Hallo..
      Itu salah satu klinik di Kuala Lumpur (Klinik Hana). Untuk klinik di Indonesia setauku ada banyak. Salah satunya di Jakarta Dr Titi Moertolo. Untukkota lain aku nggak tau pasti. 🙂

  4. Bagus bgt sis hasil sekali subsisi, udh coba treatment subsisi lg? Aku bru aj subsisi + tca cross semoga bagus juga hasilnya hehe

    1. Hallo..
      Belum coba lagi,nih. padahal udah pengen banget. tapi belum sempet. 🙂

  5. Share dong nama kliniknya?

    1. Hallo..
      Itu salah satu klinik di Kuala Lumpur. Untuk klinik di Indonesia setauku ada banyak. Salah satunya di Jakarta Dr Titi Moertolo. Untukkota lain aku nggak tau pasti. 🙂

  6. Aida says:

    Kalo di Indo dimana klinik yg bisa subsisi seperti itu ya sist?

    1. Hallo..
      Itu salah satu klinik di Kuala Lumpur. Untuk klinik di Indonesia setauku ada banyak. Salah satunya di Jakarta Dr Titi Moertolo. Untukkota lain aku nggak tau pasti. 🙂

  7. Nadzirah says:

    Hi! Boleh tau nama kliniknya di Kuala Lumpur?

    1. Hallo..
      Itu salah satu klinik di Kuala Lumpur (Klinik Hana). Untuk klinik di Indonesia setauku ada banyak. Salah satunya di Jakarta Dr Titi Moertolo. Untukkota lain aku nggak tau pasti. 🙂

  8. Itu isi dari subsisinya apa ya kak..? Hasil dari PRP kah..? Tolong di balas.. hehehe

    1. Hallo.. Ya cuma subsisi aja.dimasukin jarum ke bawah permukaan kulit buat motong jaringan pengikat. Semua sudah aku tulis dengan jelas di artikel, kok. Subsisi dan PRP beda. 🙂

  9. Ridhor says:

    Treatment nya d mana mba?

    1. Hallo..
      Itu salah satu klinik di Kuala Lumpur. Untuk klinik di Indonesia setauku ada banyak. Salah satunya di Jakarta Dr Titi Moertolo. Untukkota lain aku nggak tau pasti. 🙂

  10. Hallo ka mau tanya kalo abis di subsisi pke cream ap aja? Karena muka aku kaya korengan abis treatment itu

    1. Hallo..
      Setelah subsisi aku nggak pake krim, tapi dikasih obat dari dokter. Memang jadi semacam korengan, kan kulitnya habis dilukai. aku pakai moisturizer biasa 2 hari setelah subsisi biar ga terlalu kering. 5hari setelah itu udah pakai skincarebiasa yang kupakai. 🙂

  11. Kak itu sakit banget ga si?

    1. Hallo..

      Di artikel udah aku tulis, kok. Kalau di klinik itu nggak sakit karena pake anestesi krim dan inject, cuma nggak ngaman sama suaranya aja.:)

  12. Kak kalo sesudah subsisi, pas hari ke 3 kita makeup itu boleh ga ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *